Pages

Showing posts with label Pantai Dan Laut. Show all posts
Showing posts with label Pantai Dan Laut. Show all posts

PANTAI CERMIN, "THEME PARK" KEBANGGAAN SERGAI

Posted by Unknown on Tuesday, 4 August 2015

Kini masyarakat Sumatera Utara dapat menikmati suasana pantai dengan fasilitas modern, layaknya seperti di Ancol. Ya inilah lokasi wisata kebanggaan Sergai: Pantai Cermin Theme Park.  Pantai Cermin telah berubah. Itu yang mungkin anda ucapkan saat pertama kembali datang ke pantai ini. Kini tidak ada lagi lokasi wisata yang kumuh dan kotor. Namun yang tampak adalah deretan tempat santai yang rapi, tempat jajanan yang menarik dan tentunya aneka sarana permainan yang mengasyikkan. Ya, menikmati suasana pantai yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern kini tidak lagi menjadi impian. Kini pantai tidak hanya sekedar memberikan deburan ombak atau bermain pasir.

Di pantai Cermin Theme Park anda kini dapat menikmati kolam renang, jet ski, seluncur air, kayak, speed boat, banana boat atau lazy pool. Fasilitas modern ini akan terus dikembangkan hingga menjadi sebuah kawasan wisata yang lengkap dengan hotelnya. Selain itu ada juga mini zoo (taman hewan) yang berisikan berbagai jenis hewan. Kandang-kandang hewas ini tampak selalu bersih demikian juga dengan hewannya yang selalu dirawat dengan baik. Beberapa hewan yang ada diantaranya burung Merak, Kakatua Hitam, Parrot, Golden Phasant dan 50 jenis burung lainnya. Juga ada Rusa Tutul dan Kangguru Irian.

Lokasi wisata yang akan menjadi andalan kabupaten Sergai ini memang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dinikmati dengan nyaman oleh para pengunjungnya. Untuk menjaga kenyamanan pengunjung, pengelola objek wisata ini menyediakan tenaga-tenaga profesional yang akan membimbing dan menjelaskan fasilitas yang ada. Juga bagaimana menggunakannya dengan aman. Soal keselamatan pengunjung dalam menikmati berbagai fasilitas ini memang menjadi perhatian utama dengan tetap memberikan kesan santai dan nyaman. Petugas penyelamat ini adalah orang-orang profesional di bidangnya.

Fasilitas terbaru yang kini tengah diselesaikan adalah permainan seluncur air untuk anak-anak. Bentuknya sangat unik sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya. Berada persis dengan seluncuran yang telah ada sebelumnya. Fasilitas yang disebut children pool ini bentuknya seperti kastil yang memiliki lorong-lorong yang di setiap sudut dan pinggirannya memiliki pancuran air. Ada sembilan seluncuran mini, ada tong air besar dan kecil yang jika penuh akan tumpah ke bawah.

Permainan lainnya juga disediakan tembak-tembakan air, shower, layer air dan pipa air. Yang paling seru adalah permainan zig zag air yakni pindai air saat menaiki anak tangga saat memasuki kastil. Asyiknya lagi kolam bermain anak yang terbesar di Sumatera ini dilengkapi dengan canopy sehingga anak-anak terlindungi dari terik matahari. Karena berada persis di bibir pantai sehingga pemandangan laut lepas bias langsung dilihat. Arena ini diharapkan bukan sekedar menjadi tempat bermain air bagi anak-anak, melainkan juga menjadi tempat menempa mental mereka sekaligus arena belajar berenang.

Lokasi wisata yang hanya berjarak 48 km dari kota Medan ini memiliki luas areal sekitar 43 ha yang memang dirancang menajdi one stop service to fun.  Menurut Bupati Sergai HT Erry Nuradi, Pantai Cermin Theme Park akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumut dan Sergai. Tidak lama lagi kawasan ini akan dilengkapi dengan hotel bertaraf internasional dan fasilitas lainnya. ”Terwujudnya sarana rekreasi bagi keluarga ini merupakan upaya pemerintah Sergai memberikan kepercayaan kepada pihak yang profesional,” kata Erry Nuradi.
More aboutPANTAI CERMIN, "THEME PARK" KEBANGGAAN SERGAI

PANTAI KLANG, POTENSI YANG BELUM OPTIMAL

Posted by Unknown on Sunday, 2 August 2015

Pantai Klang yang berada di Desa Naga Lawan kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Saat ini saja ribuan orang mengunjunginya di akhir pekan. Pada hari-hari libur, Pantai Klang sangat padat dikunjungi pengunjung yang datang dari berbagai daerah seperti Labuhan Batu, Tanjung Balai, Asahan, Tebing Tinggi, Medan dan Tanah karo dengan mobil pribadi dan bus umum yang sengaja dicarter atau sewa dari daerah masing-masing. Di pantai Klang kita dapat menikmati indahnya pemandangan pantai dengan pasirnya yang putih bagai kristal dan melihat deru ombak serta menikmati terpaan angina laut sehingga menghilangkan kepenatan. Kita juga dapat berkunjung ke sumur ajaib (sumur berkah) di sisi pantai. Di kawasan Pantai Klang tersedia pondok-pondok kecil bagi pengunjung, untuk dapat memakai pondok tersebut kita hanya membayar antara Rp 9-20 ribu, menurut ukuran besar pondok yang akan kita sewa. Pondok biasanya digunakan sebagai tempat barang-barang yang dibawa, tempat istirahat dan berteduh bila letih berjalan mengitari pantai atau sehabis mandi di laut. Para pengunjung yang datang ke lokasi objek wisata Pantai Klang selalu terlihat berbasah-basahan. Untuk anak-anak dapat berenang dan bermain bersama riak ombak di tepi pantai yang telah tersediakan di kawasan tepi pantai khusus untuk anak-anak dan lebih mengasikkan dalam menikmati mandi air laut dan berenang di sekitar tepi pantai masyarakat sekitar pantai dan pengelola menyediakan ban untuk disewa dengan harga yang relative murah dan terjangkau hanya Rp. 3000 atau Rp 5.000.

Bila berada di pantai Klang kita tak ingin cepat-cepat meninggalkan lokasi tersebut, kita betah bermain dengan ombak atau duduk-duduk santai di pondok yang tersedia apalagi di lokasi kawasan pantai Klang terdapat sejumlah makanan ringan eperti mie goreng, ayam goreng, pecal, sate kerang dan bermacam jajanan ringan. Seluruh makanan tersebut adalah hasil sajian warga masyarakat sekitar pantai dan lebih membuat kita tertarik untuk membeli dan menikmatinya, makanan dijual tidak melebihi tarif harga di luar pantai. Salah satu daya tarik para pengunjung datang ke lokasi Pantai Kelang karena para penjual makanan, penyewa ban dan penyewa pondok pantai tersebut ramah-ramah dalam melayani setiap para pengunjung. Bila tiba waktunya untuk pulang selalu berpesan agar para pengunjung dapat memberitahukan keadaan wisata pantai itu kepada tetangga, famili lainnya agar datang kesana untuk menikmati wisata di Pantai Klang.

SUMUR AIR TAWAR

Daerah wisata ini juga dikenal dan dikunjungi karena adanya sebuah sumur air tawar. Sumur ini tidak berada jauh dari bibir pantai, hanya berjarak 90-an meter. Dengan kedalaman satu setengah meter sumur ini menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Orang-orang sekitar dan para pengunjung menyebut sumur tersebut sebagai sumur ajaib atau sumur penyembuhan. Mereka percaya sumur tersebut memiliki khasiat untuk berbagai penyakit. Menurut keterangan dari masyarakat setempat dan para pengunjung yang hadir sumur itu dikatakan sumur ajaib karena hanya berjarak sekitar 90 meter dari laut dan kedalaman satu setengah meter tetapi rasa air yang berada dari dalam sumur tersebut tawar seperti air gunung dan tidak pernah habis atau kering walaupun setiap para pengunjung yang datang ke lokasi itu selalu membawa atau mengambil air dari sumur tersebut dengan memakai jerigen atau botol.

Mansyur (64) warga kecamatan Sigambal Labuhan Batu salah seorang pengunjung yang datang ke sumur ajaib tersebut, mengatakan datang ke Pantai Klang bersama keluarganya bukan hanya sekedar rekreasi dan mandi tetapi kedatangannya juga ingin menikmati dan membawa pulang air yang berasal dari dalam sumur ajaib tersebut. Dikatakannya, diketahuinya air sumur ajaib tersebut berkhasiat dari tetangganya yang datang ke lokasi itu beberapa bulan lalu, air tersebut dapat diyakini dapat memberi penyembuhan bermacam penyakit. Meningkatnya pengunjung ke sejumlah objek wisata terutama wisata pantai di daerah kabupaten Serdang Bedagai tidak terlepas dari kinerja Dinas Perhubungan dan Pariwisata Sergai. Jika potensi ini dikemas dengan baik dan ditata, tentu akan semakin meningkatkan PAD.
More aboutPANTAI KLANG, POTENSI YANG BELUM OPTIMAL

PEMANDIAN BATU NONGOL, REKREASI KELUARGA MURAH MERIAH

Posted by Unknown on Saturday, 1 August 2015

Usianya baru tiga tahun namun lokasi rekreasi ini selalu dibanjiri ribuan pengunjung setiap minggunya. Selain aman, nyaman juga bebas alcohol. Sunardi Tolo, 40 tahun, memang jeli melihat peluang usaha. Setelah usaha galian C nya mulai habis, ia menyulapnya menjadi lokasi pemandian alam. Tak tanggung-tanggung, Sunardi yang akrab disapa Selik ini membeli lahan seluas 6 hektar dan mengeluarkan biaya Rp. 1,5 miliar untuk menata arena rekreasi itu. 

Jadilah ”Pemandian Alam Batu Nongol” di desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis Sergai, seperti saat ini: dikunjungi ribuan orang. ”Saya memang terobsesi untuk menjadikan tempat masa kecil saya ini menjadi objek rekreasi,” kata Sunardi yang didampingi Sumantri, penanggungjawab Pemandian Batu Nongol. Dari penataan yang apik terlihat deretan pondok peristirahatan yang bersusun rapi di pinggiran Sungai Padang ini. 

Ada juga ”molen” (kinciran) dan sejumlah kantin. ”jangan harap disini ada minuman keras, kami larang itu,” katanya. Ia beralasan lokasi wisata ini memang ditujukan kepada keluarga dan ingin menjadikannya tempat yang ”bersih”. Itu sebabnya dilokasi ini belum ada tempat penginapan. ”Ini belum selesai lagi karena baru di tata setengahnya. Kalau nanti ada modal saya akan kembangkan terus untuk mewujudkan lokasi wisata yang lengkap,” ujar Sunardi. Soal tempat penginapan, Sunardi berencana akan menyediakannya tahun depan. Ia mengaku tidak mau terburu-buru karena harus berkonsultasi dengan masyarakat setempat dan alim ulama sehingga tidak menimbulkan image jelek di objek wisata ini.

Selain tempat penginapan, obsesinya melengkapi tempat itu dengan sarana permainan air seperti sepeda air, tempat luncuran anak-anak dan sarana lainnya. Kemudian di lokasi itu juga akan dibangun kebun binatang. Menariknya dalam mengembangkan lokasi ini, Sunardi melibatkan warga sekitar. Setidaknya ada 100-an warga yang menjadi ”partner” dalam bisnisnya ini. Mereka memperoleh persen hasil dari usaha pemandian ini. ”Saya membangun manajemen terbuka sehingga mereka tahu berapa pemasukannya. Dengan begitu mereka akan merasa memiliki dan mejaga lokasi ini,” bebernya. 

Soalnya keamanan pengunjung memang menjadi prioritasnya. Untuk itu sehari-harinya di beberapa titik rawan sungai disiapkan tim SAR. ”Kalau padat pengunjung kita siapkan 10 orang SAR”. Pengunjung yang datang ternyata bukan hanya dari sekitar kota Tebing Tinggi dan Sergai saja tetapi juga dari Pangkalan Brandan bahkan Rantau Perapat. 

Ramainya pengunjung ini tidak lepas dari promosi yang dilakukan seperti dengan mendatangkan artis ibukota. ”April lalu Dewi Persik menghibur disini, setidaknya 15 ribu pengunjung yang datang,” aku Sunardi. Pemkab Sergai juga aktif mempromosikan lokasi Batu Nongol diberbagai kegiatan. Sunardi bercerita beberapa waktu setelah ikut berpameran di Jakarta, serombongan warga Jakarta datang ke lokasi tersebut. Mereka hendak menikmati suasana Batu Nongol. ”Mereka pikir ada penginapan disini jadi mereka datang Sabtu sore”, kata Sunardi. Atas hal-hal inilah Sunardi memantapkan tekad untuk menyediakan penginapan pada tahun depan. Kehadiran Pemandian Batu Nongol membuat banyak pilihan berwisata dan berekreasi karena selama ini Sergai lebih dikenal memiliki banyak tempat rekreasi pantai.
More aboutPEMANDIAN BATU NONGOL, REKREASI KELUARGA MURAH MERIAH

DESKRIPSI SINGKAT PULAU BERHALA

Posted by Unknown on Friday, 31 July 2015

Kabupaten Serdang Bedagai merupakan salah satu kabupaten baru di Propinsi Sumatera Utara hasil pemekaran Kabupaten Deli Serdang sebagai kabupaten induknya. Kabupaten Serdang Bedagai dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 36 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Serdang Bedagai di Propinsi Sumatera Utara. Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai dengan ibukotanya Sei Rampah secara geografis terletak pada koordinat 030 01‘ 12‘’ LU – 030 40‘ 48‘’ LU dan 980 45‘ 00‘’ BT – 990 18‘ 36‘’ BT. Secara administrasi Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai terletak pada :

Sebelah Utara: Berbatasan dengan selat Malaka.
Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Kabupaten Simalungun.
Sebelah Timur: Berbatasan dengan Kabupaten Batu Bara.
Sebelah Barat: Berbatasan dengan Sungai Ular dan Sungai Buaya Kabupaten Deli Serdang

Di Kabupaten Serdang Bedagai terdapat Pulau Berhala yang secara administrasi berada di wilayah Kecamatan Tanjung Beringin tepatnya di Desa Bagan Kuala. Secara Geografis Pulau Berhala terletak pada koordinat 030 46‘ 38‘’ LU dan 990 30’ 03’’ BT di sebelah barat Pulau ini berbatasan dengan daratan Sumatera Utara sedangkan di sebelah timur berbatasan langsung dengan Semenanjung Malaysia. Jarak antara Pulau Berhala dengan Dermaga Desa Bagan Kuala (biasa disebut Dermaga TPI) adalah ± 22 Km sedangkan jarak antara Pulau Berhala dengan Pelabuhan Belawan ± 65 Km. Pulau Berhala diapit oleh 2 pulau kecil, yakni Pulau Sokong Nenek (pulau yang menyatu dengan pulau induk pada saat air surut dan memisah pada saat air pasang) yang terletak disebelah timur Pulau Berhala dan Pulau Sokong Siembang (Pulau yang berjarak ± 800 m sebelah barat Pulau Berhala). Di Pulau Berhala tidak terdapat penduduk (warga) yang menetap, yang ada hanya petugas KAMLA (Keamanan Laut) dari TNI-AL dan petugas Navigasi dari Departemen Perhubungan. Setelah diadakan pengukuran dengan metode Tracking dengan alat GPS Luas Pulau Berhala (pulau induk) adalah ± 44,57 Ha, luas Pulau Sokong Nenek ± 0,5 Ha dan luas Pulau Sokong Siembang ± 1,5 Ha. Mengenai bentuk Pulau Berhala, ada beberapa intrepretasi dan asumsi mengenai bentuknya, tergantung dengan metode apa digunakan untuk melihat bentuk  Pulau berhala tersebut. Berikut ini menggambarkan asumsi bentuk Pulau berhala dengan menggunakan metode hasil analisis Citra dan dengan metode Tracking dengan menggunakan alat GPS langsung di lapangan.

Gambar Peta Pulau Berhala (Hasil Analisis Citra)

 Gambar Peta Pulau Berhala (Hasil Tracking dengan alat GPS)

Pulau Berhala dihiasi oleh berbagai macam tumbuhan dan didiami berbagai macam satwa yang dilindungi antara lain Biawak, Penyu, Ular, Napu (sejenis Kancil) dan lain-lain. Pada awal dan akhir tahun pantai Pulau Berhala menjadi tempat persinggahan Penyu untuk bertelur. Pada saat-saat tertentu pula pulau ini menjadi tempat persinggahan burung-burung yang melakukan migrasi. Panjang garis pantai Pulau Berhala ± 700 m dengan sebagian besar pantainya merupakan gugusan batu-batuan besar. Pantai pasir antara Pulau Berhala dan Pulau Sokong Nenek merupakan tempat bertelurnya Penyu. Terumbu Karang yang ada di sekitar Pulau Berhala umumnya merupakan Terumbu Karang muda yang harus dilindungi. Di pulau ini cocok dilakukan kegiatan Snorkling Diving (olah raga menyelam). Dengan keindahan dan keragaman biota bawah lautnya dan kejernihan airnya, banyak penyelam mengklaim bahwa lokasi ini dapat disetarakan dengan lokasi-lokasi Snorkling Diving di Long Island Malidives (Maladewa), Nusa Penida (Bali), Perairan Maluku, Pulau Rubiah (Sabang, Aceh).

Di Pulau Sokong Siembang terdapat gua alami yang menembus bukit di pulau tersebut. Sebagian lubang dari gua tergenang air sementara bagian atasnya menjadi tempat bersarangnya Burung Walet. Pulau Berhala dapat juga digunakan sebagai lokasi memancing. Ikan-ikan dengan ukuran besar banyak terdapat di perairan sekitar Pulau Berhala. Taman-taman bawah air Pulau Berhala juga banyak menyimpan biota-biota langka dan unik seperti Ketam Kelapa (Bigus Latro), Kima Raksasa Tridacna Gigas) dan Ikan Bulu Ayam (Lion Fish). Di Pulau Berhala terdapat Hutan Primer yang pohon-pohonnya sudah berumur sangat tua. Hutan tersebut merupakan penyangga ketersediaan air tawar di daerah ini. Mata air yang memancar dari akar-akar pohon dan bebatuan sangat bersih dan jernih dengan kualitas yang sangat baik. Banyak Nelayan yang berlayar di sekitar Selat Malaka yang selalu singgah di Pulau ini untuk mengambil persediaan air tawar. Akan tetapi status Hutan yang ada di Pulau Berhala ini belum jelas apakah dikategorikan sebagai Hutan Lindung atau tidak. Namun di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2006-2016 disebutkan bahwa kawasan Pulau Berhala adalah Kawasan Pariwisata Bahari yang Berwawasan Lingkungan (Ecomarine Tourism), yang berarti merupakan bagian dari Kawasan Budidaya.

SECARA GEOGRAFIS


  • Luas  Pulau Induk : + 44,75 Ha
  • Luas Pulau Sokong Nenek: + 0,5 Ha
  • Luas Pulau Sokong Siembang: + 1,5 Ha  
  • Terletak Diposisi : 030 46’ 38” Lintang Utara dan 990 30’ 03” Bujur Timur
  • Panjang Garis Pantai: + 700 m
  • Pulau ini berbatasan dengan daratan Sumatera Utara di sebelah Barat dan Semenanjung Malaysia di sebelah Timur                          

POTENSI

Memiliki macam satwa yang dilindungi antara lain Biawak, Penyu, Ular, Napu (sejenis Kancil) dan lain-lain serta merupakan tempat persinggahan Penyu untuk bertelur pada akhir tahun dan menjadi tempat persinggahan burung-burung yang melakukan migrasi pada saat-saat tertentu
Pantai pasir antara Pulau Berhala dan Pulau Sokong Nenek merupakan tempat bertelurnya Penyu
Memiliki Terumbu Karang yang umumnya merupakan Terumbu Karang muda
Terdapatnya gua alami yang menembus bukit di Di Pulau Sokong Siembang yang sebagian lubangnya tergenang air sementara bagian atasnya menjadi tempat bersarangnya Burung Walet.
Memilik taman bawah air yang banyak menyimpan biota-biota langka dan unik seperti Ketam Kelapa (Bigus Latro), Kima Raksasa Tridacna Gigas) dan Ikan Bulu Ayam (Lion Fish).

PROGRAM DAN KEGIATAN YANG TELAH DILAKSANAKAN PADA TAHUN 2006 DAN 2007

Program dan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2006 adalah berupa pembangunan 1 (satu) unit Pos Jaga untuk Petugas Keamanan Laut (KAMLA) yang sumber dananya adalah APBD Kabupaten Serdang Bedagai TA 2006. Sedangkan pada tahun 2007 mendapat alokasi dana sebesar Rp. 1.912.250.000,- yang bersumber dari dana APBN melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, yang Program dan kegiatannya adalah sebagai berikut :


  • Program Penyediaan Air Minum
  • Pembangunan Reservoar (Bak penampung air) 1 paket
  • Penyediaan air bersih melalui penyediaan Jaringan perpipaan 1 paket
  • Pengadaan Mesin Pembangkit Listrik menggunakan Tenaga Matahari (Solar Shell) 1 paket
  • Program Pengembangan Permukiman
  • Penyusunan RDTRK Pulau Berhala 1 paket
  • Pembangunan Strager 1 unit
  • Pembangunan jalan lingkungan 1 paket
  • Pembuatan Hand Rail tangga 1 paket
  • Renovasi Lantai Anak Tangga 1 paket

RENCANA PENGEMBANGAN PULAU BERHALA

Sesuai Perda Kabupaten Serdang Bedagai No. 12 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Pulau Berhala Serdang Bedagai sebagai Kawasan Eco Marine Tourism (Wisata Bahari Berwawasan Lingkungan) dan arahan dari Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2006-2016 yang baru saja disahkan menjadi Perda disebutkan bahwa kawasan Pulau Berhala adalah Kawasan Pariwisata Bahari yang Berwawasan Lingkungan (Eco Marine Tourism), maka sudah jelas bahwa Pulau Berhala sebagai salah satu pulau terluar Negara Republik Indonesia perlu perhatian khusus, selain untuk penegasan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga dapat dikembangkan untuk daerah kunjungan wisata Eco Marine Tourism yaitu konservasi Penyu dan Taman bawah laut. Pemanfaatan Pulau Berhala diarahkan kepada beberapa aspek :

Aspek Perikanan dan Kelautan

Dimana Pulau Berhala dimanfaatkan oleh nelayan sebagai tempat berlindung dari ombak dan sebagai tempat memancing atau lokasi mencari ikan.

Aspek Pariwisata

Di pulau ini cocok dilakukan kegiatan Snorkling Diving (olah raga menyelam). Dengan keindahan dan keragaman biota bawah lautnya dan kejernihan airnya, banyak penyelam mengklaim bahwa lokasi ini dapat disetarakan dengan lokasi-lokasi Snorkling Diving di Long Island Malidives (Maladewa), Nusa Penida (Bali), Perairan Maluku, Pulau Rubiah (Sabang, Aceh).

Aspek Konservasi

Kawasan Pulau Berhala sangat berpotensi sebagai tempat penangkaran Penyu Hijau yang bertelur di Pantai Pasir sekitar Pulau Sokong Nenek.
PEMANFAATAN PULAU BERHALA

Aspek Perikanan dan Kelautan

Sebagai tempat  berlindung dari ombak dan tempat memancing atau lokasi mencari ikan bagi nelayan.

Aspek Pariwisata

Sebagai tempat kegiatan Snorkling Diving (olah raga menyelam)

Aspek Konservasi

Sebagai tempat penangkaran Penyu Hijau yang bertelur di Pantai Pasir sekitar Pulau Sokong Nenek
PERMASALAHAN

Aksesibilitas menuju Pulau Berhala adalah dengan menggunakan transportasi laut, yakni dengan menggunakan Kapal Motor yang bergerak mulai dari Dermaga TPI Bagan Kuala, Tanjung Beringin yang lamanya perjalanan ± 3 jam sedangkan jika perjalanan dimulai dari Pelabuhan Belawan lama perjalanan ± 4 jam. Namun transportasi laut yang menuju pulau berhala tidak mempunyai frekuensi yang tetap dan harus melalui prosedur penyewaan yang tentunya membutuhkan biaya yang relatif mahal. Disamping itu juga disebabkan oleh pendangkalan di sekitar muara di Bagan Kuala maka kapal-kapal yang menuju ke perairan Selat Malaka yang melalui Muara Bagan Kuala sering mengalami hambatan, yakni terpacaknya perahu di sekitar muara.

Pada waktu-waktu tertentu gelombang laut di sekitar Selat Malaka yang menuju Pulau Berhala sangat tinggi, sehingga jika ingin pergi ke Pulau Berhala harus memperhitungkan musim angin di kawasan perairan tersebut.
Penduduk yang mendiami pulau tersebut tidak bersifat menetap, yakni petugas KAMLA (Keamanan Laut) dari TNI-AL dan petugas Navigasi dari Departemen Perhubungan yang sifatnya bergilir sesuai tugas masing-masing, sehingga kebutuhan hidup sehari-hari sifatnya sementara saja.

Regulasi yang mengatur mengenai keberadaan Pulau ini adalah Perpres No. 78 Tahun 2005 dan Perda Kabupaten Serdang Bedagai No. 12 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Pulau Berhala Serdang Bedagai sebagai Kawasan Eco Marine Tourism (Wisata Bahari Berwawasan Lingkungan), namun dalam pelaksanaannya belum dinyatakan secara spesifik bagaimana bentuk pengelolaan pulau ini agar menjadi berkembang sebagaimana yang diharapkan.

REKOMENDASI
Nama Pulau Berhala tidak hanya terdapat di Kabupaten Serdang Bedagai, Pulau Berhala juga terdapat di Propinsi Jambi bahkan ada juga di Negara Malaysia. Oleh karena itu perlu direkomendasikan bahwa Pulau Berhala yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai diberi nama Pulau Berhala Serdang Bedagai.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Perda No. 12 tahun 2006 tentang Pengelolaan Pulau Berhala Serdang Bedagai sebagai Kawasan Eco Marine Tourism (Wisata Bahari Berwawasan Lingkungan) maka dibutuhkan konsep pengelolaan Pulau Berhala yang ideal, yakni :


  • Konservasi Penyu Hijau dengan cara tidak mengganggu Habitat bertelurnya di sekitar Pulau Sokong Nenek.
  • Penangkaran Penyu dan Transplantasi karang
  • Pemasangan pelampung tanda batas kapal berlabuh sehingga tidak merusak terumbu karang
  • Pengembangan konsep wisata laut yang ramah lingkungan yang melibatkan stakeholders terkait
  • Pengaturan Tata guna air dan lahan
  • Daya dukung pulau
  • Dengan Rekomendasi ini diharapkan kondisi Pulau Berhala sebagai Kawasan Wisata Bahari yang berwawasan lingkungan tetap lestari.
More aboutDESKRIPSI SINGKAT PULAU BERHALA

Mangrove Sei Nagalawan (Mangrove Kampoeng Nipah) Serdang Bedagai Sumatera Utara

Posted by Unknown on Thursday, 30 July 2015

Mangrove Sei Nagalawan Serdang Bedagai, dikenal dengan Mangrove Kampung Nipah terletak di Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai, Provinsi Sumatera Utara.

Sahabat GPS Wisata Indonesia, merangkum berbagai sumber, kisah Kartini dari Sumatera Utara, bernama Jumiati, 33 tahun, memperjuangkan dari belenggu kemiskinan di Desa terpencil Sei Nagalawan, sebagian penduduknya sebagai nelayan, sering terkendala cuaca buruk, ombak laut yang
ganas.

Jumiati pun menilai hutan mangrove yang gundul harus segera dibangkitkan. Dia memelopori gerakan tanam mangrove lewat kelompok perempuan Muara Tanjung.

Awalnya banyak yang mencibir. Tapi, dia tetap lanjut terus. Bahkan, sebelumnya masyarakat menganggap kami gila dan kurang kerjaan.


Berkat kegigihan Jumiati, delapan tahun kemudian, Jumiati dan ibu-ibu kelompok nelayan mampu menumbuhkan 12 hektare mangrove di pesisir pantai desa tersebut. Mangrove-mangrove itu pun menjelma menjadi hutan yang menumbuhkan kehidupan yang dulu hilang. Dan hasil kegigihannya berinovasi, Jumiati, menjadi seorang di antara tujuh perempuan peraih penghargaan dari organisasi nirlaba Inggris, Oxfam, sebagai pahlawan pangan perempuan (Female Food Heroes) Indonesia 2013.

Kelompok Perempuan Muara Tanjung

Kelompok Perempuan Muara Tanjung yang dipimpin oleh Jumiati berniat untuk melakukan penyelamatan hutan pesisir dan meningkatkan pendapatan ibu-ibu nelayan. Mereka memulai kegiatan simpan pinjam, penanaman dan pelestarian mangrove, dan bercita-cita mewujudkan kemandirian bagi perempuan pesisir dalam bidang ekonomi dan sosial budaya. Kelompok ini dibentuk pada 1 Oktober 2005 di Sei Nagalawan, Dusun III, Kecamatan Perbaungan.

Mereka memulai pelatihan dengan memanfaatkan mangrove sebagai bahan makanan yang didukung oleh Jaringan Advokasi Nelayan  Sumut (JALA). Pengurus kelompok yang terdiri dari istri nelayan membagi peran kepada setiap anggota kelompok untuk bertanggungjawab di bidang-bidang pekerjaan masing-masing seperti simpan pinjam, rehabilitasi hutan mangrove dan pengolahan makanan dan minuman berbasis mangrove. Semua pekerjaan dilakukan dengan secara gotong royong

Pada 2010, Jumiati dan kelompok nelayannya mengembangkan mangrove api-api menjadi dodol. Bahkan, tepung mangrove api-api bisa digunakan untuk campuran bahan baku kue-kue kering.

Dengan mengolah ujung daun mangrove dengan adonan tepung yang telah dibumbui, mangrove jeruju (Acantus ilicifolius) bisa dijadikan kerupuk. Sebelum menjadi kerupuk yang renyah, duri-duri daun jeruju harus dihilangkan. Lalu, dicuci bersih dan digiling halus bersama campuran bawang. Kendati tanpa bahan pengawet, kerupuk mangrove jeruju bisa bertahan hingga sebulan.

Untuk membuat dodol, 70 persen bahan bakunya adalah tepung mangrove api-api. Tepungnya ini bisa juga untuk campuran bahan baku kue-kue kering. Rasa dodol untuk saat ini masih rasa mangrove asli, belum berani inovasi menggunakan rasa lain karena takut akan menghilangkan ciri khas. Dodol ini dapat bertahan sampai sepuluh hari karena kita tidak pakai bahan pengawet.

Kemudian sirup dari buah pedada atau mangrove jenis Perepat (Sonneratia alba). Setelah diolah, sirup dengan warna kekuning-kuningan dan rasa asem manis segar dihargai Rp 10.000 per botolnya. Sirup ini juga terkendalla bahan baku yang tak semua daerah memiliki jenis mangrove ini.

Produk yang dihasilkan sangat ramah lingkungan sebab berasal dari tumbuhan hutan pesisir yang diambil dengan tidak merusak fungsi ekologisnya bahkan kelompok merawat dan menjaga berbagai tanaman tersebut. Konsumen yang membeli produk yang dihasilkan juga turut mendukung pelestarian mangrove yang dilakukan oleh kelompok perempuan Muara Tanjung.

Selain melestarikan lingkungan, para perempuan yang tergabung dalam Kelompok Perempuan Muara Tanjung berharap mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga anggota dan produk yang dihasilkan dapat berkembang dengan pesat.

Potensi Fauna dan Flora

Mangrove pada umumnya mempunyai keragaman jenis yang tinggi, memiliki 89 jenis tumbuhan yang terdiri dari 35 jenis pohon, 5 jenis terna, 9 jenis perdu, 29 jenis efipit, dan 2 jenis parasit. Jumlah satwanya juga luar biasa, Di hutan mangrove Sumatera Utara dijumpai 44 jenis burung, dimana 13 jenis diantaranya termasuk burung migran. Berdasarkan habitatnya, fauna laut di mangrove terdiri atas dua tipe yaitu : infauna yang hidup di kolom air, terutama berbagai jenis ikan dan udang, dan epifauna yang menempati substrat baik yang keras (akar dan batang pohon mangrove) maupun yang lunak (lumpur).

Paket Wisata

1. Paket Wisata Liburan Keluarga
2. Paket Wisata Mancing
3. Paket Wisata Diklat
4. Paket Wisata Camping Ground

Penginapan (Homestay)

Tersedia penginapan di rumah penduduk Nelayan di Kampung Nipah.

Informasi lebih lanjut hubungi
Mangrove Sei Nagalawan (Mangrove Kampoeng Nipah)
Desa sei Nagalawan Dusun III Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, Propinsi
Sumatera Utara 20985. Email : mangrove.kampoengnipah@gmail.com.
More aboutMangrove Sei Nagalawan (Mangrove Kampoeng Nipah) Serdang Bedagai Sumatera Utara

Pantai Klayar

Posted by Unknown on Sunday, 26 July 2015

Perjalanan ke pantai ini ternyata lebih berat dari dua pantai sebelumnya karena kami mencoba jalur baru yaitu terus mengikuti jalan dari pantai watu karung karena kalau berbalik arah lagi dan melewati jalan utama memakan waktu yang lebih lama jadi kami mengikuti jalur yang sudah ada yang sangat hancur tapi menyenangkan.

Jalur ini adalah jalur yang dipakai oleh para pembalak kayu jati dengan truk-truk pengangkut kayu dan kalau berpapasan sangat merepotkan. Beberapa kali kami bertanya kepada para penduduk dimanakah letak pantai klayar ini dan setelah hampir satu jam menempuh perjalanan yang sangat berat akhirnya kami sampai jumpa di pantai yang indah.

Pantainya beda sekali dengan dua pantai yang kami temukan. Hamparan pasir putih yang luas membentang, lembut sekali pasirnya. Kami pun langsung berlari ke arah timur dimana terdapat tebing-tebing kapur yang sangat cantik nan gagah seolah bukan berada di Indonesia. Hempasan ombak pantai selatan menghempas karang yang ada di tengah pantai. Puas dari tebing kapur ini kami menuju ke barat menaiki tebing nan hijau.

Dari tebing sebelah barat ini kita bisa melihat pemandangn pantai selatan yang indah sekali dan diujung barat ada sebuah karang yang mirip uluwatu di Bali dengan tebing memanjang menuju laut dan memiliki karang bolong.
Dari tebing sebelah barat ini kita bisa melihat pemandangn pantai selatan yang indah sekali dan diujung barat ada sebuah karang yang mirip uluwatu di Bali dengan tebing memanjang menuju laut dan memiliki karang bolong.

Pantai klayar ini memang sangat indah dan benar-benar ratunya pantai selatan Pacitan.
Menuju pacitan bisa melalui Jogja ataupun Solo tapi kami merekomendasikan ke Jogja karena jarak tempuh yang lebih cepat. Anda bisa naik Travel dari Jogja dengan harga Rp. 60.000/org dan satu hal lagi di Pacitan tidak ada transportasi yang memadai sebaiknya anda sewa mobil saja untuk berkeliling dikota ini.

More aboutPantai Klayar

Pantai Watu Karung

Posted by Unknown

Setelah dari Pantai Srau perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Watu Karung dan untuk menuju pantai ini kita harus berbalik arah. Perjalanan juga hampir sama dengan perjalanan menuju Pantai Srau berlika liku dengan jalan sempit namun lumayan mulus.

Awalnya kami tidak mengira kalau pantai ini ternyata pantai nelayan ketika sampai baru tahu kalau ini pantai nelayan dan ternyata pantai ini ada daerah rawan tsunawi dengan peringatan yang terpampang jelas dan adanya alat pendeteksi tsunami

Dipantai ini pasirnya berwarna kecokelat tapi bersih lebih bersih ketimbang pantai srau, setelah kami menaiki bukit karang dan menembus ladang-ladang kecil dan menemukan beberapa pantai disekitaran watu karung yang berbeda banget dengan pasir putih
Pantai di watukarung sangat cocok jika kita mau menyusuri pantai karena disetiap balik bukit karang ada pantai-pantai kecil yang indah sekali dengan pasir putihnya.
More aboutPantai Watu Karung

Pantai Srau

Posted by Unknown

Pantai Srau berada di Desa Srau Kec.Pringkuku Kab.Pacitan. Perjalanan ke pantai ini ditempuh sekitar satu jam melalui sebuah jalan yang berliku masuk ke hutan jati dan rumah pedesaan dimana air sangat berharga disini karena kami melihat banyak warga yang antri air.
Tidak ada sarana transportasi menuju tempat ini. Setelah hampir satu jam perjalanan akhirnya kami sampai juga ke sebuah pantai yang dikelilingi oleh bukit karang yang hijau dengan pasirnya yang putih sekali. Tapi sayangnya pantai ini seperti tempat pembuangan sampah soalnya banyak sekali sisa sampah yang terbawa arus laut berhenti dipantai ini. Sayang sekali pemerintah lokal kurang memperhatikan ini padahal masuk ke pantai ini dipungut retribusi sebesar Rp. 2000/org dan Rp.1000 untuk kendaraan beroda dua.
Kami tidak terlalu lama dipantai ini puas mengambil gambar dari atas bukit lalu kami melanjutkan perjalanan ke pantai berikutnya
More aboutPantai Srau

[new] Wisata pantai cemara kembar

Posted by Unknown on Saturday, 25 July 2015

Pantai dengan nuansa budaya Indonesia
Satu-satunya pantai dengan nuansa rumah adat, menggabungkan unsur budaya dengan keindahan pantai.


Fasilitas

1.Gratis Minuman+Snek
2.Parking Area
3.Gazebo/Tikar/Pondok
4.Mini Restaurant
5.Souvenir Room
6.Toilet
7.Mushola

8.Charging Area


Menu Lezat

Anda tidak perlu repot membawa makanan dari rumah, beli makan di mini restaurant cemara kembar harganya sangat bersahabat. Nikmati kelezatan olahan masakan laut seperti ikan bakar, kepiting, kerang, udang, dan lainnya.


Biaya Paket

Biaya masuk Cemara Kembar
Cemara kembar menerapkan beberapa biaya paket masuk pilihan. Adapun pilihan paket masuk tersebut adalah:

Paket Standar 40rb/orang

Free Minum + Snek
Free Fasilitas

Paket Makan Ber-2 230rb

Free Makan + Minum
Free Fasilitas
Menu : – 2 Nasi, – 1 Ikan Bakar, 2 Sambal, 2 Teh Manis Dingin

Paket Makan Ber-5 550rb

Free Makan + Minum
Free Fasilitas
Menu : – 5 Nasi, – 3 Ikan Bakar, 5 Sambal, 5 Teh Manis Dingin

Paket Makan Pilihan

Udang 75rb/porsi
Kerang 30rb/porsi
Kepiting 55rb/porsi

Paket Preweeding 150rb/orang

Free Makan + Minum
Free Fasilitas
Property
Souvenir
Menu : – Nasi, – Ikan Bakar, Sambal, Teh Manis Dingin

Paket Arisan 15 orang = 1,3juta

Free Makan + Minum
Free Fasilitas
Free Live music/ Keyboard
Souvenir
Menu : – Nasi, – Ikan Bakar, – Kepiting, – Kepah/ Kerang, – Tumisan,  – Sambal, – Teh Manis Dingin

Paket Arisan 20 orang = 1.5juta

Free Makan + Minum
Free Fasilitas
Free Live music/ Keyboard
Souvenir

Menu : – Nasi, – Ikan Bakar, – Kepiting, – Kepah/ Kerang, – Tumisan,  – Sambal, – Teh Manis Dingin

Fasilitas Cemara Kembar


  1. Parking Area
  2. Gazebo
  3.  Toilet
  4. TV 
  5. Charging Area 
  6. Restaurant 
  7. Tempat Sholat
  8. Internet


Peraturan Cemara Kembar


  • Dilarang membuang sampah sembarangan
  • Dilarang mandi-mandi diluar batas yang telah ditentukan
  • Dilarang membawa hewan peliharaan
  • Dilarang membawa narkoba dan sejenisnya
  • Dilarang berjualan
  • Dilarang parkir sembarangan



Lokasi Cemara Kembar

Jl. Pantai ATP No. 15, Desa Sei Nagalawan 
Perbaungan, Sergai
Website : cemarakembar.com
More about[new] Wisata pantai cemara kembar

PEMELIHARAAN HUTAN BAKAU

Posted by Unknown on Friday, 24 July 2015

Pelestarian hutan bakau
Apa mungkin hutan bakau dilestarikan? Mungkin saja, kalau ada kemauan yang besar dari masyarakat penghuni pantai. Dulu, ketika hutan masih lebat karena tidak diusik semena-mena oleh pendatang serakah dari luar daerah, hutan itu dihuni oleh berbagai jenis fauna yang ramai. Berbagai burung air seperti pecuk, cangak, kuntul, cekakak, masih banyak yang meramaikan hutan. Bersama berbagai reptil (seperti ular, biawak, buaya), udang, kepiting, dan ikan, mereka memberi manfaat yang lestari sepanjang masa bagi umat manusia. Semua hasil fauna dan flora hutan itu dipungut sebagian demi sebagian oleh masyarakat penghuni pantai. Ada yang dijual ke masyarakat kita di kota, seperti udang, kepiting, dan arang bakau-bakau.

Hutan itu juga merupakan benteng pertama kita terhadap pengikisan pantai oleh air laut. Tidak segan-segan air ini merembes ke arah daratan, membuat sumur jadi payau. Akar pohon bakau-bakau mampu menangkal terpaan ombak ganas yang berkali-kali menghantam pantai. Daratan di belakangnya dilindungi.

Sayang seribu sayang, hutan yang bermanfaat semacam itu di Indonesia sudah banyak yang dirusak oleh pendatang dari daerah lain yang membabat hutan itu untuk membangun tambak udang komersial secara besar-besaran. Hutan bakau di dekat kota malah digusur untuk membangun tempat permukiman mewah.

Udang memang melimpah dari tambak komersial itu, tetapi hanya sebentar. Sesudah itu, produksi menurun, dan tambak udang ditelantarkan. Dibabat lagi hutan bakau yang baru, dan dibuat tambak lagi. Begitu seterusnya, pembabatan hutan seperti perladangan berpindah di Kalimantan terjadi di pantai hutan bakau. Bedanya, di hutan bakau ini tidak ada usaha penghutanan kembali.

Hutan itu sendiri sebenarnya sudah mencoba menghutan kembali secara alamiah. Tetapi apa daya, anak-anak bakau yang tumbuh tidak jauh dari pohon induknya (sisa-sisa yang masih bertahan), tidak dipelihara lebih lanjut. Anak-anak bakau ini buyar diterpa badai dan ombak laut karena tidak terlindungi oleh pohon induk yang besar di dekatnya. Induk bakau sudah langka.

Pada waktu keadaan sudah parah seperti itulah, terbetik berita ada usaha kompromi antara bisnis menguras sumber daya alam dan usaha pelestarian hutan bakau yang nirlaba. Antara lain berupa sylvofishery (semacam perikanan pakai hutan). Tambak dibangun berpetak-petak dengan parit keliling sebagaimana mestinya. Di bagian tengahnya yang lebih dangkal ditanami beberapa pohon bakau. Masyarakat diminta menjaga tanaman itu, jangan sampai dibabat semena-mena seperti dulu lagi. Biarlah hutan itu menghutan yang lebat dulu. Sebagai insentif, mereka boleh memungut hasil ikan dan udang yang benihnya sengaja ditebar dalam petakan tambak.

Selain pelestarian melalui sylvofishery itu, ditetapkan pula peraturan untuk melindungi hutan bakau yang masih ada. Misalnya di daerah konservasi yang ditetapkan bagi setiap hutan bakau selebar 200 m dari garis pantai. Ada ketetapan pula yang mengatur penebangan/pengambilan kayu dari pohon bakau yang sudah besar, agar tidak melampaui kemampuan tumbuh hutan bakau.

Daerah hutan bakau yang cocok untuk wisata alam, dijadikan lokasi wisata, antara lain untuk mengamati kehiduapn burung pantai dan keunikan flora hutan bakau.

Dengan berbagai cara pelestarian itu, diharapkan agar tidak akan terjadi banjir lagi seperti di daerah Bandar Udara Soekarno-Hatta baru-baru ini. Bencana alam semacam itu akan terjadi lagi, kalau hutan bakau kita terus dirusak dan tidak dilestarikan kembali. (Hanom Bashari, S.Hut., anggota Rimbawan Pencinta Alam, Bogor)
Pengertian Hutan Mangrove

Hutan Mangrove atau disebut juga hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.

Manfaat dan fungsi hutan mangrove secara fisik antara lain:

• Penahan abrasi pantai.
• Penahan intrusi (peresapan) air laut ke daratan.
• Penahan badai dan angin yang bermuatan garam.
• Menurunkan kandungan karbondioksida (CO2) di udara (pencemaran udara).
• Penambat bahan-bahan pencemar (racun) diperairan pantai.
Manfaat dan fungsi hutan bakau secara biologi antara lain:
• Tempat hidup biota laut, baik untuk berlindung, mencari makan, pemijahan maupun pengasuhan.
• Sumber makanan bagi spesies-spesies yang ada di sekitarnya.
• Tempat hidup berbagai satwa lain semisal kera, buaya, dan burung.
Manfaat dan fungsi hutan bakau secara ekonomi antara lain:
• Tempat rekreasi dan pariwisata.
• Sumber bahan kayu untuk bangunan dan kayu bakar.
• Penghasil bahan pangan seperti ikan, udang, kepiting, dan lainnya.
• Bahan penghasil obat-obatan seperti daun Bruguiera sexangula yang dapat digunakan sebagai obat penghambat tumor.
• Sumber mata pencarian masyarakat sekitar seperti dengan menjadi nelayan penangkap ikan dan petani tambak.
Pemecahan Masalah Rusaknya Mangrove
            Untuk konservasi hutan mangrove dan sempadan pantai, Pemerintah R I telah menerbitkan Keppres No. 32 tahun 1990. Sempadan pantai adalah kawasan tertentu sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai, sedangkan kawasan hutan mangrove adalah kawasan  pesisir laut yang merupakan habitat hutan mangrove yang berfungsi memberikan perlindungan kepada kehidupan pantai dan lautan. Sempadan pantai berupa jalur hijau adalah selebar 100 m dari pasang tertinggi kea rah daratan.

            Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan melestarikan hutan mangrove antara lain: 

1. Penanaman kembali mangrove sebaiknya melibatkan masyarakat. Modelnya dapat masyarakat terlibat dalam pembibitan, penanaman dan pemeliharaan serta pemanfaatan  hutan mangrove berbasis konservasi. Model ini memberikan keuntungan kepada masyarakat  antara lain terbukanya peluang kerja  sehingga terjadi peningkatan pendapatan masyarakat.

2. Pengaturan kembali tata ruang wilayah pesisir: pemukiman, vegetasi, dll. Wilayah pantai dapat diatur menjadi kota ekologi sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai wisata pantai (ekoturisme) berupa wisata alam atau bentuk lainnya.

3. Peningkatan motivasi dan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan mangrove secara bertanggungjawab.

4. Ijin usaha dan lainnya hendaknya memperhatikan aspek konservasi.

5. Peningkatan pengetahuan dan penerapan kearifan local tentang konservasi

6. Peningkatan pendapatan masyarakat pesisir

7. Program komunikasi konservasi hutan mangrove

8. Penegakan hukum

9. Perbaikkan ekosistem wilayah pesisir secara terpadu dan berbasis masyarakat. Artinya dalam memperbaiki ekosistem wilayah pesisir masyarakat sangat penting dilibatkan  yang kemudian dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Selain  itu juga mengandung pengertian bahwa konsep-konsep lokal  (kearifan lokal) tentang ekosistem dan pelestariannya perlu ditumbuh-kembangkan kembali sejauh dapat mendukung program ini. 

More aboutPEMELIHARAAN HUTAN BAKAU

PEMBUDIDAYAAN RUMPUT LAUT

Posted by Unknown

Seiring kebutuhan rumput laut yang semakin meningkat, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri, sekaligus memperbesar devisa negara dari sektor non-migas, maka cara terbaik untuk tidak selalu menggantungkan persediaan dari alam adalah dengan melakukan budidaya rumput laut. Hingga saat ini, produksi rumput laut sangat besar didukung oleh budidaya. Berdasarkan data DKP, 99.73 persen produksi Indonesia adalah dari hasil budidaya. Hal tersebut dapat terjadi karena potensi alam Indonesia yang sangat mendukung dan hampir dapat dilakukan di seluruh wilayah Indonesia.

Secara umum, budidaya rumput laut Indonesia masih dilakukan dengan sederhana. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya rumput laut, yang juga dapat menentukan keberhasilan budidaya itu sendiri. Faktor-faktor tersebut adalah :

1. Pemilihan lokasi yang memenuhi persyaratan bagi jenis rumput laut yang akan dibudidayakan. Hal ini perlu dilakukan karena ada perlakukan yang berbeda untuk tiap jenis rumput laut
2. Pemilihan atau seleksi bibit yang baik, penyediaan bibit dan cara pembibitan yang tepat.
3. Metode budidaya yang tepat
4. Pemeliharaan tanaman
5. Metode panen dan perlakuan pasca panen yang benar
6. Pembinaan dan pendampingan secara kontinyu kepada petani.

Budidaya rumput laut dewasa ini semakin digalakkan, baik secara intensif maupun ekstensif dengan memanfaatkan lahan yang ada. Kini, budidaya rumput laut tidak hanya dilakukan di perairan pantai (laut) tetapi juga sudah mulai digalakkan pengembangannya di perairan payau (tambak).
Budidaya rumput laut di perairan pantai amat cocok diterapkan pada daerah yang memiliki lahan tanah sedikit (sempit) serta berpenduduk padat, sehingga diharapkan pembukaan lahan budidaya rumput laut diperairan dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengatasi lapangan kerja yang semakin kecil. Menurut Indriani dan Suminarsih (1999), terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk budidaya rumput laut di perairan pantai, yaitu :

1. Pemilihan Lokasi
Beberapa persyaratan yang diperhatikan terkait dengan lokasi yakni : perairan cukup tenang, terlindung dari pengaruh angin dan ombak; tersedianya sediaan rumput alami setempat (indikator); juga dengan kedalaman yang tidak boleh kurang dari dua kaki (sekitar 60 cm) pada saat surut terendah dan tidak boleh lebih dari tujuh kaki (sekitar 210 cm) pada saat pasang tertinggi. Selain itu juga harus didukung dasar perairan (tipe dan sifat substratum) yang digunakan. Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah kualitas air, akses tenaga kerja, perizinan, dan sebagainya.

2. Melakukan uji penanaman
Setelah menemukan lokasi yang secara umum sudah baik, perlu dilakukan uji penanaman untuk mengetahui apakah daerah tersebut memberikan pertumbuhan yang baik atau tidak. Pengujian dilakukan dengan metode tali dan metode jaring. Pada metode tali digunakan tali monofilamentatau polyethilene yang diikatkan pada dua tiang pancang yang dipasang dengan jarak sekitar 12 meter. Sedangkan pada metode jaring dapat menggunakan jaring monofilament atau polyethilenedengan ukuran 5 x 2.5 m yang diikatkan pada tiang pancang.

3. Menyiapkan areal budidaya
Setelah lokasi sudah dipastikan cukup baik, maka dilakukan persiapan lahan sebagai berikut:
a. Bersihkan dasar perairan lokasi budidaya dari rumput-rumput laut liar dan tanaman pengganggu lain yang biasa tumbuh subur.
b. Bersihkan calon lokasi dari karang, batu, bintang laut, bulu babi, maupun hewan predator lainnya.
c. Menyiapkan tempat penampungan benih (seed bin), bisa terbuat dari kerangka besi dan berjaring kawat atau dari rotan, bambu, ukurannya bervariasi 2 x 2 x 1.5 meter atau 2 x 2 x 1.5 – 1.7 meter.

4. Memilih metode budidaya yang akan digunakan
Membudidayakan rumput laut di lapangan (field culture) dapat dilakukan dengan tiga macam metode berdasarkan posisi tanaman terhadap dasar perairan, yakni metode dasar, metode lepas dasar, dan metode apung.
a. Metode dasar (bottom method)
Metode dasar adalah metode pembudidayaan rumput laut menggunakan benih bibit tertentu, yang telah diikat, kemudian ditebarkan ke dasar perairan, atau sebelum ditebarkan benih di ikat dengan batu karang. Metode ini juga terbagi atas dua yaitu : metode sebaran (broadcast) dan juga metode budidaya dasar laut (bottom farm method).
b. Metode lepas dasar (Off-bottom method)
Metode ini dilakukan dengan mengikatkan benih rumput laut (yang diikat dengan tali rafia) pada rentangan tali nilon atau jaring di atas dasar perairan dengan menggunakan pancang-pancang kayu. Metode ini terbagi atas : metode tunggal lepas dasar (Off-bottom monoline method), metode jaring lepas dasar (Off-bottom-net method), dan metode jaring lepas dasar berbentuk tabung (Off-bottom-tabular-net method).

c. Metode apung (floating method)
Metode ini merupakan rekayasa bentuk dari metode lepas dasar. Pada metode ini tidak lagi digunakan kayu pancang, tetapi diganti dengan pelampung. Metode ini terbagi menjadi : metode tali tunggal apung (Floating-monoline method), dan metode jaring apung (Floating net method).

5. Penyediaan bibit
Setelah dipilih metode budidaya yang akan dilakukan, langkah selanjutnya adalah penyediaan bibit. Bibit dikumpulkan dari pembibitan langsung, dilakukan dengan beberapa metode pengumpulan benih, yaitu :
a. Metode penyebaran secara spontan
Potongan-potongan (fragmen tetrasporotphyte) diletakkan pada jaring-jaring benih (seed nets) dan dapat pula diletakkan pada potongan-potongan batu di dalam tangki pengumpul yang telah diisi air laut. Setelah itu dibiarkan hingga tetraspora menyebar secara spontan.

b. Metode kering
Tetrasporotphyte dikeringkan dibawah sinar matahari selama tiga jam, kemudian ditempatkan dalam tangki seperti motode a di atas. Prosedur berikutnya sama dengan metode a.

c. Metode kejutan osmotic
Tetrasporotphyte direndam dalam air laut berkonsentrasi 1,030 g/cm3 selama 25 menit, kemudian direndam ke dalam air laut berkonsentrasi normal sambil diaduk dan akhirnya suspensi spora dapat diperoleh.

6. Penanaman bibit
Bibit yang akan ditanam adalah thallus yang masih muda dan berasal dari ujung thallus tersebut. Saat yang baik untuk penebaran maupun penanaman benih adalah pada saat cuaca teduh (tidak mendung) dan yang paling baik adalah pagi hari atau sore hari menjelang malam.

7. Perawatan selama pemeliharaan
Seminggu setelah penanaman, bibit yang ditanam harus diperiksa dan dipelihara dengan baik melalui pengawasan yang teratur dan kontinyu. Bila kondisi perairan kurang baik, seperti ombak yang keras, angin serta suasana perairan yang banyak dipengaruhi kondisi musim (hujan/kemarau), perlu pengawasan 2-3 hari sekali.

8. Pemanenan
Pemanenan dapat dilakukan bila rumput laut telah mencapai berat tertentu, yakni sekitar empat kali berat awal (waktu pemeliharaan 1.5 – 4 bulan). Cepat tidaknya pemanenan tergantung metode dan perawatan yang dilakukan setelah bibit ditanam.

9. Pengeringan hasil panen
Penanganan pasca panen, termasuk pengeringan yang tepat sangat perlu, mengingat pengaruh langsungnya terhadap mutu dan harga penjualan di pasar.

Budidaya rumput laut di tambak merupakan salah satu cara pemanfaatan lahan untuk memenuhi permintaan rumput laut yang semakin meningkat, terutama untuk rumput laut jenis Gracillaria sp. Budidaya rumput laut di tambak memiliki lebih banyak keunggulan daripada budidaya di perairan pantai (laut). Keuntungan itu antara lain : tanaman rumput laut agak terlindungi dari pengaruh lingkungan yang kurang sesuai, serta juga memungkinkan untuk dilakukan pemupukan, termasuk kemudian mengontrol kualitas air, khususnya salinitas.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya rumput laut di tambak yakni :
1. Pemilihan lokasi
Lokasi untuk budidaya rumput laut di tambak harus memenuhi beberapa persyaratan, dimana persyaratan yang harus dipenuhi hampir sama dengan tambak untuk budidaya udang. Syarat-syarat tersebut seperti :
a. Gelombang dalam tambak (akibat pengaruh angin) tidak terlalu besar
b. Areal pertambakan sebaiknya melandai
c. Pasang surut yang baik berkisar antara 1.5-2.5 m.
d. Tersedia air tawar untuk mengatur salinitas
e. Kualitas air yang dibutuhkan dengan salinitas berkisar antara 12-30 permil, dengan
        kadar ideal 20-25 permil; suhu berkisar 18-30oC dengan suhu optimum 20-25oC; pH berkisar 6-9 dengan kisaran optimum 6.8-8.2; oksigen berkisar 3-8 ppm. Selain itu, air tidak mengandung atau membawa lumpu.
f. Dekat dengan rumah penduduk (untuk akses tenaga kerja)
g. Aksesibilitas jalan untuk transportasi, dan kebutuhan lainnya

2. Sistem distribusi air
Sistem distribusi yang baik sangat diperlukan untuk dapat mengatur kualitas air, khususnya melalui penggantian air yang teratur dan berulang-ulang.

3. Konstruksi tambak
Konstruksi tambak yang dibangun harus dapat menjawab kebutuhan untuk kegiatan budidaya yang dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan terkait konstruksi tambak adalah bentuk tambak, pematang, pintu air, dan juga saluran air.

4. Persiapan penanaman
Sebelum dilakukan penanaman, tanah dasar terlebih dahulu dinaikkan ke pematang. Setelah kering, tanah kemudian dimasukkan lagi. Untuk mempercepat pertumbuhan Gracillaria sp, tanah dapat dipupuk dengan menggunakan urea tiga kg per hektar, atau 1-2 ton pupuk kandang per hektar. Sedang untuk bibit yang digunakan dapat diperoleh dari maupun usaha budidaya.


5. Penanaman bibit
Penanaman bibit mengunakan broadcast method, dimana bibit tanaman ditebar di seluruh bagian tambak. Bibit yang ditebar adalah bagian thallus yang masih muda, yang diperoleh dengan jalan membuang bagian-bagian pangkalnya. Sedang untuk bagian ujungnya dapat ditebar ke dalam tambak, karena bibit yang berasal dari bagian ujung lebih baik daripada bagian pangkalnya.

6. Perawatan selama pemeliharaan
Perawatan pada budidaya rumput laut di tambak hampir sama dengan budidaya di laut. Perlu juga diperhatikan kondisi air, dan hama dan gulma yang menyerang seperti lumut dari jenisEnteromorpha in Limnea glabra Muller yang biasanya menyerang dengan membelit rumput laut, sehingga memperlambat pertumbuhan rumput laut.

7. Pemanenan
Rumput laut biasanya dapat dipanen bila usia pemeliharaan sudah mencapai 45-60 hari (sekitar 2 bulan) dengan berat biasanya berkisar antara 500-600 gram. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa pemanenan juga dapat dilakukan setiap tujuh hari sekali. Untuk penanganan pasca panen hampir sama dengan yang telah dijelaskan pada budidaya rumput laut di perairan pantai atau laut

More aboutPEMBUDIDAYAAN RUMPUT LAUT

Pembuatan Terumbu Karang dan Rumpon

Posted by Unknown

Kondisi terumbu karang di perairan laut di berbagai lokasi di nusantara dilaporkan sudah mengalami kerusakan akibat pencarian ikan yang ilegal dan melanggar hokum
seperti bom ikan dan penggunaan pukat. Dimana cara pencarian ikan ini sangat merusak terumbu karang yang notabene habitat ikan di dasar laut. Jenis ikan konsumsi yang memiliki habitat di karang yakni ikan kakap dan kerapu menjadi berkurang jumlahnya secara signifikan. Pembuatan rumpon sebagai rumah tinggal buatan dapat dijadikan salah satu usaha untuk mengembalikan kelestarian hayati di dasar laut.

Rumpon dalam bahasa kelautan adalah karang buatan yang dibuat oleh manusia dengan tujuan sebagai tempat tinggal ikan. Rumpon merupakan rumah buatan bagi ikan di dasar laut yang dibuat secara sengaja dengan menaruh berbagai jenis barang di dasar laut secara kontinyu.

Pembuatan rumpon ikan sebenarnya adalah salah satu cara untuk mengumpulkan ikan, dengan membentuk kondisi dasar laut menjadi mirip dengan kondisi karang – karang alami, rumpon membuat ikan merasa seperti mendapatkan rumah baru. Meski untuk mengetahui keberhasilanya dibutuhkan waktu yang tidak sedikit sekitar 3- 6 bulan namun usaha pembuatan rumpon ini merupakan solusi terbaik meningkatkan hasil perikanan di laut. Kalau anda ingat beberapa tahun yang lalu pemerintah DKI Jakarta mencemplungkan becak yang dirazia ke laut utara Jakarta, tujuan salah satunya adalah untuk membuat terumbu karang di dasar laut sebagai rumah tinggal ikan.

Rumpon ikan diberbagai lokasi dibuat dengan memasukkan barang – barang seperti ban, dahan dan ranting dengan pohonnya sekaligus kedalam laut. Barang – barang tersebut dimasukkan dengan diberikan pemberat berupa beton, batu – batuan dan lain – lain sehingga posisi dari rumpon tidak bergerak karena arus laut. Barang – barang yang dimasukkan kedalam laut dapat terus ditambah secara kontinyu untuk menambah massa rumpon.
Pembuatan rumpon selain untuk diambil hasil ikannya untuk keperluan sendiri, dapat juga disewakan kepada para pemancing laut yang memang mencari kesenangan mencari ikan di lokasi yang banyak ikannya. Para pemancing yang memang membutuhkan hot spot memancing yang bagus dapat menyewa pemilik rumpon ini sebagai alternatif memancing yang cukup gampang, ikan yang dapat dicari adalah jenis ikan kerapu, ikan kakap merah, talang – talang dan lain – lain. Meski bukan ikan monster namun lumayan sebagai pemuas dahaga mancing..salam strike.

More aboutPembuatan Terumbu Karang dan Rumpon

PELARANGAN PUKAT HARIMAU

Posted by Unknown

Pukat harimau atau lebih tepatnya Pukat Udang, karena memang penggunaan awalnya untuk menangkap udang di perairan dasar laut. Pukat Harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal pukat, bisa melalui samping atau belakang. Sebuah alat yang efektif tapi sayangnya tidak selektif, karena alat ini merusak semua yang dilewatinya.

Sepantasnyanya kita semua sadar bahwa setiap makhluk butuh waktu untuk berkembang biak. Inilah masalah utama dari pukat harimau. Semua ikan (dewasa maupun kecil) terjaring oleh pukat harimau karena ukuran lubang jalanya sangat kecil jika dibandingkan dengan jaring yang dipakai oleh nelayan tradisional.Pukat Harimau menjadi masalah karena dampaknya pada lingkungan. Karena pukat harimau menggunakan alat tangkap berat yang diletakkan di dasar laut, hal itu menyebabkan kehancuran ekosistem laut yaitu kerusakan terumbu karang yang merupakan habitat ikan dan juga merusak rumput laut. Sumber Perusak utama dari Pukat Harimau adalah lubang bukaan jaring yang memiliki bobot beberapa ton dan membuat lubang galian yang diseret sepanjang bagian bawah dasar laut hingga menyebabkan batu besar atau batu karang akan terseret secara bersamaan sehingga mengganggu atau bahkan merusak area dasar laut, dan jelas ini berdampak pada penurunan keanekaragaman spesies dan perubahan ekologi organisme lautan.

Di Indonesia penggunaan atau lebih tepat disebut uji coba penggunaan, pertama kali pada tahun 1907/1908 oleh A.M Von Rosendal dan W.C.A Vink bekebangsaan Belanda di kawasan Laut Jawa, Laut Cina Selatan dan Selat Makassar, yang namanya percobaan awal maka hasilnya kurang memuaskan. Berkali-kali dilakukan percobaan pada tahun 1940 oleh Rr. Westenberg, tahun 1950 oleh E. Schol.
Dan mencapai hasil yang memuaskan pada tahun 1957 oleh DR T.H Butler seorang ahli dari FAO, sebuah Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, dimana pada waktu itu dilakukan uji coba dikawasan Balikpapan dan Kota Baru dan dilakukan 36 kali uji coba dalam kurun waktu 1 bulan dengan hasil akhir 100kg udang dalam waktu 1 jam,

Sebagian dari kita pasti merasakan ironisnya, bagaimana sebuah alat yang dibuat dengan tujuan membantu para nelayan dan didukung oleh F.A.O sebuah organisasi dibawah naungan PBB, kini malah jadi salah satu alat perusak ekosistem dan kehidupan laut. Penggunaan Pukat Harimau di Indonesia berkembang pesat pada tahun 1970-an, karena banyaknya permintaan izin dan memang diizinkan, sebenarnya sudah ada penolakan dari nelayan tradisional pada waktu itu, tetapi penolakan besar-besaran terjadi pada tahun 1980-an dikarenakan perolehan tangkapan nelayan tradisional menurun secara dratis dari tahun ke tahun.

Dan Akhirnya pada tanggal 1 Juli 1980 dikeluarkanlah Kepres No. 39/1980. Pasca dikeluarkannya Kepres tersebut, pengadaan bahan baku udang nasional tersendat. Oleh karenanya, dalam rangka memanfaatkan sumberdaya udang di perairan kawasan timur Indonesia, maka pemerintah mengeluarkan peraturan baru melalui Kepres No. 85 Tahun 1982 tentang Penggunaan Pukat Udang. Menurut Kepres ini, pukat udang dapat dipergunakan menangkap udang di perairan kepulauan Kei, Tanimbar, Aru, Irian Jaya, dan laut Arafura dengan batas koordinat 1300 B.T. ke Timur, kecuali di perairan pantai dari masing-masing pulau tersebut yang dibatasi oleh garis isobat 10 meter. Dengan kata lain, Kepres No. 85/1982 hanya mengizinkan penggunaan pukat secara terbatas, karena di luar wilayah yang diatur Kepres No. 85/1982, ketentuan-ketentuan yang tertuang pada Kepres No. 39/1980 tetap berlaku.

More aboutPELARANGAN PUKAT HARIMAU

PELESTARIAN LAUT DAN PANTAI

Posted by Unknown

Pelestarian laut dan pantai 
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.
Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:
1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.

Pelestarian flora dan fauna Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.
Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
1) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
2) Melarang kegiatan perburuan liar.
3) Menggalakkan kegiatan penghijauan


Sebagian besar wilayah Indonesia berupa lautan. Sekitar 70% wilayah Indonesia berupa lautan yang menghubungkan antarpulau. Laut memberikan manfaat dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang.
Laut menyimpan sumber daya alam yang melimpah.
Sumber daya alam hayati maupun nonhayati terdapat di laut. Sumber daya alam yang ada di laut sebagai berikut:
1. Berbagai jenis biota laut seperti ikan, udang, cumi-cumi, kerang, kepiting, dan biota lainnya. Sumber daya alam tersebut memberikan penghidupan bagi para nelayan.
2. Kerang mutiara memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi.
3. Rumput laut dibudidayakan di daerah pesisir. Budi daya ini dapat meningkatkan pendapatan penduduk.
4. Air laut merupakan bahan dasar pembuatan garam mineral.
5. Berbagai bahan tambang terdapat di laut, di antaranya minyak bumi.
Sumber daya alam yang ada di laut dapat mengalami kerusakan. Kerusakan sumber daya alam di laut sebagian besar disebabkan oleh tindakan manusia. Faktor-faktor yang dapat mengakibatkan kerusakan di laut sebagai berikut:
1. Membuang sampah di laut.
2. Pembuangan limbah industri yang mengandung bahan kimia dapat mencemari laut sehingga biota laut banyak yang mati.
3. Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan menyebabkan kerusakan terumbu karang.
4. Penggunaan jaring pukat harimau dan jaring trawl menyebabkan ikanikan kecil tertangkap sehingga populasi ikan semakin berkurang.
5. Tumpukan minyak mentah di laut menyebabkan kematian berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.
Sumber daya alam yang ada di laut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Kita boleh memanfaatkan sumber daya alam yang ada di laut. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Akan tetapi, kita juga harus menjaga kelestariannya. Beberapa upaya yang dilakukan untuk melestarikan sumber daya laut sebagai berikut:
1. Menjaga kebersihan laut atau tidak membuang sampah sembarangan.
2. Melakukan daur ulang sampah industri sebelum dibuang ke laut atau sungai.
3. Melarang penggunaan pukat harimau.
4. Melarang penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan.
5. Melindungi terumbu karang sebagai tempat perkembangbiakan ikan.
6. Menanam hutan bakau di pesisir pantai untuk mencegah abrasi pantai. Hutan bakau (mangrove) juga digunakan untuk berkembang biak berbagai jenis biota laut.
7. Memberi sanksi yang berat terhadap orang-orang yang menangkap satwa laut yang dilindungi.

More aboutPELESTARIAN LAUT DAN PANTAI